previous arrow
next arrow
Slider

Prinsip Pertama dalam Ilmu Menjadi Kaya

Prinsip Pertama dalam Ilmu Menjadi Kaya

Pemikiran adalah satu-satunya kekuatan yang bisa menghasilkan kekayaan tampak mata dari bahan asal tak berbentuk. Bahan asal ini, yang darinya semua benda diciptakan, adalah zat yang bisa berpikir. Setiap pemikiran tentang bentuk di dalam zat ini akan
menghasilkan bentuk tersebut. Bahan asal ini bergerak mengikuti pemikirannya. Setiap bentuk dan proses yang anda saksikan di alam ini adalah ekspresi kasat mata dari pemikiran yang ada di dalam bahan asal tersebut. Saat ia berpikir tentang suatu bentuk, ia akan menghasilkan bentuk tersebut. Saat ia berpikir tentang sebuah gerakan, ia akan menghasilkan gerakan yang tampak mata. Begitulah cara semua benda dicipta. Kita hidup dalam dunia pemikiran, yang merupakan bagian dari semesta pemikiran.

Pemikiran tentang semesta yang bergerak telah menjangkau bahan asal ini dan ia bergerak mengikuti pemikiran tersebut untuk membentuk sistem planet dan mempertahankan bentuk tersebut. Bahan asal ini mewujudkan pemikirannya, dan bergerak mengikuti pemikirannya. Memiliki gagasan tentang sistem tatasurya, ia menghasilkan bentuk matahari dan planet-planet yang mengelilinginya. Berpikir tentang bentuk sebatang pohon ek yang tumbuh secara lambat, ia bergerak mengikutinya, dan menghasilkan pohon tersebut, meski mungkin dibutuhkan waktu berabad-abad untuk mendapatkan bentuknya yang sekarang. Dalam mencipta, bahan asal ini tampaknya bertindak menurut alur yang sudah ia tetapkan. Pemikiran tentang sebatang pohon ek tidak seketika menghasilkan bentuk akhir, tetapi ia memulainya dengan menggerakkan seluruh daya yang akan mewujudkan pohon ek, sesuai alur pertumbuhan.

Setiap pikiran tentang bentuk, yang ada dalam pikiran bahan asal ini, menyebabkan penciptaan bentuk tersebut, tetapi selalu mengikuti alur pertumbuhan dan tindakan yang telah ditetapkan. Pemikiran tentang sebuah rumah dengan konstruksi tertentu, jika
disampaikan ke bahan asal ini, tidak akan seketika menyebabkan terciptanya rumah tersebut. Namun pemikiran tersebut akan menyebabkan energi-energi kreatif di bidang perdagangan dan ekonomi mengalir pada saluran-saluran tertentu untuk mempercepat pembangunan rumah tersebut. Dan jika saluran-saluran bagi seluruh energi kreatif itu tak tersedia, maka rumah tersebut akan dibentuk langsung dari bahan asal, tanpa menunggu proses lambat manusia dan benda-benda.

Tak ada pemikiran tentang bentuk yang tidak menyebabkan penciptaan bentuk tersebut jika ia disampaikan ke bahan asal. Manusia adalah makhluk berpikir dan bisa melahirkan pemikiran. Semua bentuk yang diwujudkan oleh manusia dengan tangannya mulamula ada di dalam benaknya. Orang tidak bisa membentuk sesuatu tanpa menciptakan bentuk tersebut dalam pemikirannya terlebih dulu. Dan sejauh ini manusia telah membatasi upayanya melulu pada pekerjaan tangan. Ia menerapkan hanya kerja fisik pada wilayah
penciptaan bentuk-bentuk, membuat perubahan atau memodifikasi apa yang sudah ada. Ia tidak pernah berpikir untuk mencoba menciptakan bentuk-bentuk baru dengan cara menyampaikan pemikirannya ke bahan asal.

Ketika orang memiliki pemikiran tentang sebuah bentuk, ia mewujudkannya dengan bahan dari alam, dan membuat gambaran tentang bentuk itu dalam benaknya. Ia tidak berupaya membangun kerjasama dengan bahan asal—bergandengan tangan “dengan sang Ayah”. Ia tidak membayangkan bahwa ia bisa “melakukan apa yang dilakukan oleh sang Ayah.” Manusia membentuk ulang dan memodifikasi bentuk-bentuk yang sudah ada dengan kerja fisik. Ia tidak mempertanyakan sama sekali apakah ia bisa memproduksi segala sesuatu dari bahan asal dengan cara mengirimkan pemikirannya ke sana. Kita akan membuktikan bahwa ia bisa melakukan itu, bahwa setiap orang bisa melakukan itu, dan menunjukkan bagaimana caranya. Sebagai langkah pertama, kita harus memahami tiga prinsip dasar. Pertama, kita menyadari bahwa ada satu bahan asal, atau substansi tak berbentuk, yang darinya segala sesuatu dibuat. Segala rupa unsur di alam semesta ini tidak lain adalah perwujudan beragam dari satu unsur. Seluruh benda mati dan makhluk hidup di alam semesta ini diciptakan dari bahan yang sama. Dan ia adalah zat yang berpikir. Sebuah pemikiran yang ada di dalam zat ini menghasilkan bentuk sebagaimana yang dipikirkan. Pemikiran di dalam zat ini melahirkan bentuk. Manusia adalah makhluk berpikir, mampu melahirkan pemikiran. Jika manusia bisa menyampaikan pemikirannya ke bahan asal tersebut, ia bisa menghasilkan penciptaan, atau pembentukan, sesuatu yang ia pikirkan. Ringkasnya begini:
Ada bahan asal yang bisa berpikir, yang darinya segala sesuatu diciptakan. Dalam keadaan aslinya, ia menembus, mengisi, dan memenuhi ruang-ruang di semesta ini.
Sebuah pemikiran di dalam bahan asal akan menghasilkan sesuatu yang digambarkan oleh pemikiran tersebut. Manusia bisa menciptakan bentuk apa saja dalam pemikirannya dan, dengan menyampaikan pemikiran tersebut ke bahan asal, bisa menyebabkan terciptanya sesuatu yang ia pikirkan itu.

Mungkin muncul pertanyaan apakah saya bisa membuktikan pernyataan-pernyataan ini. Tanpa berpanjang-panjang saya jawab bisa, baik secara logis maupun pengalaman. Merenung tentang fenomena bentuk dan pemikiran, saya tertuju ke bahan asal yang bisa berpikir. Menalar tentang bahan asal ini, saya menyimpulkan bahwa manusia memiliki kekuatan untuk mewujudkan bentuk-bentuk yang ia pikirkan. Dan dari pengalaman, saya mendapati bahwa penalaran itu benar; dan inilah bukti terkuat saya. Jika satu orang membaca buku ini dan menjadi kaya dengan menjalankan saran-saran yang ada di dalamnya, maka itulah isyarat yang mendukung pernyataan saya. Namun, jika setiap orang menjadi kaya dengan menjalankan saran-saran buku ini, maka itu akan menjadi bukti positif sampai ada orang yang menjalankan saran-saran buku ini dan gagal. Teori di dalam buku ini benar sampai terjadinya proses yang gagal; dan tak akan ada proses yang gagal karena siapa pun yang menjalankan secara persis saran-saran buku ini pasti akan kaya. Saya telah menyampaikan bahwa orang menjadi kaya karena melakukan sesuatu dengan cara tertentu (Certain Way); dan untuk bisa menjalankan itu, ia harus bisa berpikir dengan cara tertentu. Cara orang melakukan segala sesuatu adalah hasil langsung dari cara ia berpikir tentang semua itu. Untuk mengerjakan segala sesuatu dalam cara yang anda inginkan, anda harus mampu berpikir sesuai yang anda inginkan. Ini langkah pertama untuk menjadi kaya. Dan berpikir sesuai yang anda inginkan adalah berpikir tentang KEBENARAN, tak peduli apa pun keadaannya.

Setiap orang memiliki kekuatan alami untuk berpikir sesuai yang ia inginkan, tetapi itu membutuhkan upaya lebih keras ketimbang sekadar berpikir mengikuti keadaan. Berpikir mengikuti keadaan tentu sangat mudah; berpikir tanpa peduli pada apa yang tampak di permukaan jauh lebih sulit dan memerlukan kekuatan lebih besar dibandingkan pekerjaanpekerjaan lain yang harus dilakukan manusia. Tak ada pekerjaan yang bisa membuat orang tersungkur kecuali terusmenerus mempertahankan pemikiran yang benar. Itu pekerjaan terberat di muka bumi. Lebih-lebih ketika kebenaran di dalam pikiran itu berlawanan dengan apa yang tampak di permukaan. Segala yang tampak di permukaan cenderung mempengaruhi pikiran; dan itu hanya bisa dicegah dengan terus berpikir tentang KEBENARAN. Menyaksikan keadaan sakit-sakitan akan menghasilkan bentuk sakitsakitan itu dalam pikiran anda, dan terutama pada tubuh anda, kecuali anda terus mempertahankan kebenaran. Yakni bahwa tidak ada penyakit. Itu hanya penampilan permukaan, dan kenyataannya adalah sehat. Menyaksikan kemiskinan di permukaan akan menghasilkan bentuk kemiskinan dalam pikiran anda, kecuali anda terus mempertahankan kebenaran bahwa tak ada kemiskinan, yang ada hanya keberlimpahan.

Berpikir tentang keadaan sehat dalam keadaan sakit-sakitan, atau berpikir tentang kaya dalam kondisi miskin papa, tentunya memerlukan kekuatan. Namun, barang siapa memiliki kekuatan itu, ia akan menjadi tuan bagi pikirannya. Ia mampu melawan nasib; ia bisa mendapatkan apa yang ia inginkan. Kekuatan ini hanya bisa dimiliki dengan cara terus meyakini fakta mendasar di balik apa-apa yang tampak di permukaan. Fakta itu ialah bahwa hanya ada satu bahan asal—darinya dan olehnya segala sesuatu diciptakan.
Kita harus meyakini kebenaran bahwa setiap pemikiran yang ada di dalam bahan asal ini akan menjadi sebuah bentuk, dan manusia bisa menyampaikan pemikiran kepadanya agar lahir sebuah bentuk dan kemudian menjadi benda yang nyata. Saat kita sudah memahami ini, akan hilang keraguan dan ketakutan kita, karena kita tahu bahwa kita bisa mencipta apa yang kita inginkan. Kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan kita bisa menjadi apa yang kita inginkan. Sebagai langkah awal untuk menjadi kaya, anda harus meyakini tiga pernyataan dasar yang sudah saya sampaikan. Untuk menguatkannya, saya akan mengulangi di bawah ini:
Ada bahan asal yang bisa berpikir, yang darinya segala sesuatu diciptakan. Dalam keadaan aslinya, ia menembus, mengisi, dan memenuhi ruang-ruang di semesta ini.
Sebuah pemikiran di dalam bahan asal akan menghasilkan sesuatu yang digambarkan oleh pemikiran tersebut. Manusia bisa menciptakan bentuk apa saja dalam pemikirannya dan, dengan menyampaikan pemikiran tersebut ke bahan asal, bisa menyebabkan terciptanya sesuatu yang ia pikirkan itu.

Baca ketiga prinsip di atas berulang-ulang. Tanamkan setiap kata dalam ingatan anda. Fokuskan pikiran anda pada prinsip-prinsip tersebut hingga anda percaya. Jika anda ragu, singkirkan keraguan itu. Jangan dengarkan argumen yang berlawanan dengan prinsip-prinsip ini. Jangan pergi ke ceramah-ceramah yang mengajarkan konsep lain yang bertentangan dari ini. Jangan baca buku atau majalah yang mengajarkan ide lain. Jika anda mencampur-adukkan kepercayaan anda, semua usaha anda akan sia-sia. Jadi, yakini sepenuhnya prinsip-prinsip di atas. Ilmu menjadi kaya berawal dari penerimaan total atas prinsip-prinsip ini.

Scroll Up
WhatsApp chat